Translate

Thursday, May 30, 2013

Penyimpangan Makna Fiil Madhi dalam Kitab Riyadus Al-Shalihiin



دراسة الحديث اللغوية

دلالة الفعل الماضي على الحال والاستقبال و استغراق الأزمنة الثلاثة (الاستمرار التجدّدي) فى كتاب رياض الصالحين


                                                                          
                                                         BAB I
Pendahuluan

Dalam bahasa Arab dikenal tiga jaman, dahulu (madhi), sekarang (hal) dan akan datang. Fiil madhi  adalah  ما دل على حدث مضى وانقضى وعلامته ان تقبل تاء التأنيث الساكنة                                                                                                
Lafadz yang menunjukan kejadian (perbuatan) yang telah berlalu dan selesai. Alamatnya ialah, sering dimasuki ta tanits yang di-sukun-kan.[1]
Fiil madhi adalah fiil yang menunjukan suatu perbuatan, tindakan diamasa lalu. Fiil madhi yang dikenal selama ini hanya menunjukan pada satu jaman saja, tetapi ada beberapa kajian lingustik kajian kebahasaan yang mengkaji makna lain fiil madhi dalam Alquran sehingga didapati teori-teori yang menunjukan makna lain fiil madhi. Di luar erbedaan pendapat yang ada mengenai teori ini. Penulis akan mencoba mencari shighat (bentuk) fiil madhi yang memiliki makna lain yang tentunya menggunakan teori yang telah ada yakni teori makna morfologi. Objek kajianya adalah kitab Riyadhus Shalihin yakni penulis hanya akan mengambil beberapa hadits dari bab-bab yang ada dalam kitab karya Imam Nawawi tersebut. Dalam makalah ini akan dibahasa mengenai  jaman atau waktu  fiil madhi yang menyimpang dari pengertian diatas yakni menunjukan suatu perbuatan dimasa sekarang, akan datang dan tiga jaman. Namun disisi lain penulis hanya manusia biasa yang pemahamanya tidak mutlak benar, kajian ini akan dibahas sesuai dengan kemampuan penulis berlandaskan teori makna morfologi, dan untuk itu kritik dan saran guna membangun suatu hal yang lebih baik penulis harapkan.

Rumusan Masalah

Kita ketahui bahwa fiil madhi menunjukan makna yang telah lalu, akan tetapi sebuah kajian lingustik mencoba mengkaji makna lain dari fiil madhi. Objeknya adalah Alquran. Hasil kajian tersebut membuahkan teori makna morfologi yang artinya ada fiil madhi yang shighotnya fiil madhi tetapi bermakna lain (bukan untuk jaman lampau) melainkan masa sekarang (hal), akan datang (istiqbal) dan tiga masa. Yang menjadi permasalahan disini adalah apakah ada fiil madhi atau fiil yang bershighot madhi yang memiliki makna selain madhi dalam kitab Riyadhud Shalihin karya Imam Nawawi ini ?,  bagai mana maknanya jika bukan untuk masa lampau? dan bagaimana ciri-cirinya?
Landasan Teori
Teori merupakan suatu rukun yang harus ada dalam suatu kajian karena merupakan pijakan dalam suatu kajian, pada makalah ini penulis akan Mengacu pada teori yang telah ada yakni teori makna morfologi yang merupakan bagian dari lingustik dan akan diuraikan pada bab selanjutnya.



Metode Penelitian

Kajian dalam makalah ini merupakan kajian kepustakaan (liberary research) karena penulis hanya mencari fiil-fiil madhi yang kemudian dicocokan dengan teori yang telah ada.
Dalam hal ini penulis mencari kitab Riyadhus Shalihin berbentuk buku, kemudian searching di Internet untuk mencari data lebih lanjut mengenai teori-teori makna lain fiil madhi. Penulis membaca dari bab perbab dan mengambil beberapa hadis yang dinilai ada  fiil-fiil yang teidentifikasi kemudia menuliskanya dan mengkaji dengan teori yang ada yang lebih melihat pada karakteristiknya.

BAB II
PEMBAHASAN

Teori

Teori-teori makna morfologi

تأتي صيغة الفعل الماضي للدلالة على الحال

1.   إذا استعملت في الإنشاء الإيقاعيّ (العقد)، نحو: أنكحتك، بعت، اشتريت
2.   إذا اقترنت بطرف يفيد الحال، نحو: الآن خفّف الله وعلم أنّ فيكم ضعفا
3.   تأتي للدلالة على استغراق الأزمنة الثلاثة (الاستمرار التجدّدي)، نحو: حرّمت عليكم الميتة والدم.. كتب عليكم الصيام

تنصرف صيغة الفعل الماضي للاستقبال

1.   بمعنى الإنشاء الطلبي، نحو: رحمك الله، رضي الله عنهم ورضوا عنه
2.   إذا كانت منفية بـ“لا“ و“إن“، نحو: والله، لا شربت؛ والله، إن عصيت.
3.   بدخول ”إن“ الشرطيّة ومع أغلب الأدوات التي تتضمن معناها، نحو: ولئن أتيت الذين أوتوا الكتاب بكلّ آية ما تبعوا قبلتك
4.   مع ”ما“ النائبة عن الظرف، نحو: أعط ما دمت غنيّا
5.   إذا وقعت في سياق إخبار عن الأمور المستقبلة مع قصد القطع بوقوعها، نحو: وسيق الذين اتّقوا ربّهم إلى الجنّة زمرا

تحتمل صيغة الفعل الماضي المضيّ والاستقبال

1.   مقترنة بهمزة التسوية، نحو: سواء عليهم أأنذرتهم أم لم تنذرهم لا يؤمنون
2.   مع ”كلّما“، نحو: كلّما رزقوا منها من ثمرة رزقا، كلّما نضجت جلودهم بدّلناهم جلودا غيرها
3.   مع ”حيث“، نحو: ومن حيث خرجت فولّ وجهك شطر المسجد الحرام
4.   بعد حرف التخصيص (لو لا مثلا)، نحو: فلو لا نفر من كلّ فرقة منهم طائفة ليتفقّهوا في الدين
5.   إذا وقع الفعل صلة لموصول عامّ مبتدإ، نحو: الذين قال لهم الناس إنّ الناس قد جمعوا لكم فاخشوهم
6.   إذا وقع الفعل صفة لنكرة عامّة، نحو: نضّر الله امرءا سمع مقالتي فوعاها فأدّاها كما سمعها


Bab Taubat

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال:قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من تاب قبل أن تطلع الشمس من مغربها تاب الله عليه (رواه مسلم)
5. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah SAW, bersabda:
“Siapa saja bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah menerima taubatnya.” (HR Muslim)

Dalam hadits ini ada beberapa fiil madhi yang memiliki makna lain seperti:
رضي fiil madhi ini menunjukan makna untuk masa yang akan datang (istiqbal) karena menunjukan adanya permohonan doa   اللإنساء الطلبىfiil tersebut memiliki makna yang akan terjadi dimasa datang.
تاب fiil madhi ini jatuh setelah lafadz من yang jika dipahami maka fiil setelahnya menunjukan suatu hukum, dalam teori fill madhi dalam makna lain maka fiil madhi ini bisa bermakna lil istimrori at-tajaddudi pada tiga zaman, madhi hal dan mudhori’ maksudnya adalah suatu hal yang terjadi pada tiga masa.

وعن ابن عباس وأنس بن مالك رضى الله عنهم ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : لو لابن ادم واديا من ذهب احب ان يكون له واديانو ولن يملأء فاه الا التراب ويتوب الله على من تاب (متفق عليه)
11. Dari Ibnu Abbas dan Anas bin Malik ra., Rasulullah SAW
bersabda : ”Seandainya seorang mempunyai satu lembah dari emas, niscaya ia ingin mempunyai dua lembah, dan tidak akan merasa puas kecuali tanah sudah memenuhi mulutnya10. Dan Allah senantiasa menerima taubat orang yang bertaubat.” ( H.R Bukhari dan Muslim)

Pada hadis ini sama seperti hadis diatas yakni ada fiil رضى  dan تاب
رضي fiil madhi ini menunjukan makna untuk masa yang akan datang (istiqbal) karena menunjukan adanya permohonan doa   اللإنساء الطلبىfiil tersebut memiliki makna yang akan terjadi dimasa datang.
تاب fiil madhi ini jatuh setelah lafadz من yang jika dipahami maka fiil setelahnya menunjukan suatu hukum, dalam teori fill madhi dalam makna lain maka fiil madhi ini bisa bermakna lil istimrori at-tajaddudi pada tiga zaman, madhi hal dan mudhori’ maksudnya adalah suatu hal yang terjadi pada tiga masa.



Bab Sabar
وعن ابى يحي صهيب بن سنان رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عجاب لامر المؤمن ان أمره كله له خير وليس ذالك لأحد الا للمؤمن إن اصابته سراء شكر فكان خيرا له, وإن اصابته ضراء صبر فكان خيرا له (رواه مسلم)

3. Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan ra. Ia berkata: Rasulullah
SAW bersabda : ”Sangat menakjubkan bagi orang mukmin, apabila segala urusannya sangat baik baginya, dan itu tidak akan terjadi bagi seorang yang beriman, kecuali apabila mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka yang demikian itu sangat baik, dan apabila ia tertimpa kesusahan ia bersabar, maka yang demikian itu sangat baik baginya.” (H.R Muslim)

Fiil رضى seperti keterangan diatas yakni menunjukan untuk masa akan datang yakni menunggu ketetapan Allah yang datangnya dikemudian hari. Kemudia lafadz اصابت  menunjukan akna akan datang karena ada huruf  إن syartiyah  yang menunjukan sesuatu yang akan berlaku (jika).

وعن عطاء بن أبى رباح قال : قال لى ابن عباس رضى الله عنهما : الا أريك امرأة من اهل الجنة ؟ فقلت بلى , قال : هذه المرأة السوداء أتت النبى صلى الله عليه وسلم فقالت: إنى أصرع وإنى اتكسف فادع الله لى. قال : إن شئت صبرت ولك الجنة وإن شئت دعوت الله تعالى ان يعافيك, فقالت : اصبر فقال :إنى اتكسف فادع الله أن لا أتكسف فدعالها (متفق عليه)

11. Dari Atha’ bin Abu Ribah, ia berkata : “Ibnu Abbas ra. berkata kepadaku : “Maukah saya tunjukkan seorang wanita yang termasuk ahli surga ?” Saya menjawab tentu saja saya mau. “ Ia berkata : “Adalah wanita berkulit hitam yang pernah datang kepada Nabi SAW, waktu itu berkata :
“Sesungguhnya saya mempunyai penyakit ayan, dan aurat saya terbuka karenanya; oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah agar penyakit saya sembuh.” Beliau kemudian bersabda : “Apabila kamu mau sabar maka kamu akan masuk surga, dan apabila kamu tetap meminta maka saya pun akan berdoa kepada Allah agar engkau sembuh dari penyakitmu.” Wanita itu menjawab : “Kalau begitu saya akan bersabar.” Kemudian wanita itu berkata lagi : “Sesungguhnya aurat saya terbuka karenanya, oleh karena itu, mohonkanlah kepada Allah agar aurat saya tidak terbuka.”Maka Nabi pun berdoa untuknya agar auratnya tidak terbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Fiil madhi : رضى, شئت,
Fiil madhi maknanya telah diterangkan diatas.
Sedangkan شئت ada huruf syarath sebelumnya yang menunjukan bahwa perbuatan tersebut akan dilakukan. Atau dikatakan fiil tersebut menunjukan makna untuk akan dating karena masuknya huruf syarat pada fiil madhi.


Bab Tolong Menolong Dalam Kebajikan dan Takwa

وعن أبى عبد الرحمن زيد بن خالد الجهينى رضى الله عنه قال :قال النبى صلى الله عليه وسلم :من جهز غازيا فى سبسل الله فقد غزا, ومن خلف غازيا فى أهله يخير فقد غزا (متفق عليه)
1. Dari Abu Abdirrahman bin Zaid bin Khalid Al-Juhaniy ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang menyediakan perbekalan perang di jalan Allah, maka ia disamakan dengan perang, dan siapa saja yang tidak ikut perang lalu menjaga baik-baik keluarga yang ditinggalkan
orang yang ikut perang, berarti ia ikut berperang.” (HR Bukhari dan Muslim).

Fiil madhi : رضى, جهز, خلف
جهز fiil madhin ini menunjukan makna yang dahulu, sekarang dan akan datang jika dipahami dari maknanya, yakni Rosul member kabar kepada siapa saja yang menyediakan perbekalan perang di jalan Allah kata menyediakan جهز menggunakan fiil madhi, padahal sabda Rosul ditunjukan kepada siapa saja bukan hanya pada masa dahulu tetapi sekarang dan yang akan dating, meskipun ada perbedaan mengenai hal ini.
Begitu pula dengan lafadz ……. Yang menunjukan dahulu, sekarang dan akan dating karena merupakan hukum. Dalam hal ini menunjukan tiga jaman dalam hal pemahamanya karena ada pendapat lain yang mengatakan bahwa madhi tetap untuk lampau tidak untuk sekarang dan akan datang.

وعن ابى موسى الأشعرى رضى الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم أنه قال :الخازن المسلم الأمين الذى ينفد ما  أمرو به فيعطيه كاملا موفرا طيبة به نفسه فيد فعه إلى الذى أمرله به أحد المتصدقين. (متفق عليه)
4. Dari Abu Musa Al’Asy’ariy ra., dari Nabi SAW beliau bersabda
: “Seorang muslim yang menjadi bendahara, adalah orang yang dapat dipercaya. Ia melaksanakan tugas yang dilimpahkan dengan sempurna dan senang hati, serta memberikan sesuatu kepada siapa yang diperintahkan, maka ia termasuk salah seorang yang mendapat pahala bersedekah.” (HR Bukhari dan Muslim)


Fiil madhi : رضى, أمر
fiil رضى sama seperti ketengan yang telah lalu, menunjukan makna yang akan datang, al-insya’ at-thalabi.

Amar ma’ruf dan nahi munkar


عن أبى سعيد الدرى رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : من رأى منكم منكرا فليغيره بيده, فإن لم بسنطع فبلسانه, فإن لم يستطع فبقلبه, وذاك أضعف اللإيمان (رواه مسلم)

1. Dari Abu Sa’id Al-Khudriy ra., ia berkata : “Saya mendengar
Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja di antara kalian melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya,apabila ia tidak mampu, maka  ubahlah dengan lisannya, bila ia tidak mampu, ubahlah dengan hatinya, dan itu adalah paling lemahnya iman.” (HR.Muslim)

Fiil madhi : رأى, رضى
fiil رضى sama seperti ketengan yang telah lalu, menunjukan makna yang akan datang, al-insya’ at-thalabi.
Sedangkan fiil رأى menunjukan suatu hukum, bagi siapa yang melihat, yang ditunjukan kepada orang-orang pada waktu itu (dahulu) sesuai kontek, masa sekarang dan yang akan datang.



عن أم المؤمنين أم سلمة هند بنت أبى امية حديفة رضى الله عنها عن النبى صلى الله عليه وسلم انه قال :إنه يستعمل عليكم أمراء فتعرفون وتنكرون, فمن كره فقد برئ, ومن أنكر فقد سلم ولكن من رضى وتابع, قالوا يا رسول الله الا نقاتلهم؟ قال :لاما أقاموا فيكم الصلاة (روا مسلم)
5. Ummul Mukminin Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah Hudzaifah ra. dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Sesungguhnya akan diangkat untuk kalian beberapa penguasa dan kalian akan mengetahui kemunkarannya. Maka siapa saja yang benci bebaslah ia, dan siapa saja yang
mengingkarinya, maka selamatlah ia, tetapi orang yang senang dan mengikuti, maka tersesatlah ia.” Para sahabat bertanya : “Apakah tidak sebaiknya kita memerangi mereka?” Beliau menjawab : “Jangan, selama mereka masih mengerjakan salat bersamamu.” (HR.Muslim)

fiil madhi : رضى, كره, أنكر, تابع
fiil رضى sama seperti ketengan yang telah lalu, menunjukan makna yang akan datang, al-insya’ at-thalabi.
Fiil كره, تابع,رضى dan أنكر menunjukan makna dahulu, sekarang dan yang akan datang karena merupakan suatu hukum bagi siapa yang melakukan hal itu pada tiga jaman.

Perintah Menunaikan Amanah

وعن أبى هريرة رضى الله عنه :أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :اية المنافق ثلاث :إذاحدث كذب, وإذا وعد أخلف, وإذا تؤمن خان متفق عليه. وفى رواية :وإن صام وصلى وزعم أنه مسلم
1.     Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga yaitu : apabila berkata ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari dan bila dipercaya ia berkhianat.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Fiil madhi : رضى, حدث كذب, وعد أخلف, خان, وزعم, صام
fiil رضى sama seperti ketengan yang telah lalu, menunjukan makna yang akan datang, al-insya’ at-thalabi.
Fiil madhi حدث كذب, خان dan وعد أخلف menunjukan suatu perbuatan yang belum terjadi, tetapi hal tersebut merupakan hukum yang menunjukan tiga jaman, jadi perkara tersebut bukan hanya menunjukan sifat-sifat orang munafik pada masa itu saja, tetapi masa sekarang dan yang akan datang.
Sementara fiil madhi صام, زع menunjukan masa yang akan datang karena disertai dengan (إن) syartiyah.



وعن أبى أمامة إياس بن ثعلبة الحارثى رضى الله عنه :أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :من اقتطع حق امرئ مسلم بيمينه فقد أوجب الله له النار وحرم عليه الجنة فقال رجل وإن كان شيئا يسيرا يا رسول الله ؟ فقال :وإن كان قضيا من أراك (رواه مسلم)
12. Dari Abu Umamah Iyas bin Tsa’labah Al-Haritsiy ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang merampas hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah benar-benar mewajibkan neraka baginya dan diharamkan surga untuknya.” Setelah seorang sahabat bertanya : “Walaupun yang dirampas itu sesuatu yang amat sedikit wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Walau sekecil batang kayu arok.” (HR. Muslim)

Fiil madhi : رضى, اقتطع,  كان
fiil رضى sama seperti ketengan yang telah lalu, menunjukan makna yang akan datang, al-insya’ at-thalabi.
Fiil اقتطع menunjukan tiga masa yang akan datang karena merupakan suatu hukum yang dikabarkan untuk masa waktu itu,sekarang dan yang akan datang.
Sedang kan fiil كان menunjukan masa akan datang karena ada huruf syarat (إن) yang menyertainya, adanya huruf syarattersebut menunjukan hal yang jika dilakukan maknanya belum dilakukan.

Keutamaan Orang Islam Yang Lemah dan Fakir


وعن أبى الخدرى رضى الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم قال :أحتجت الجنة والنار, فقالت النار:فى الجبارون والمتكبرون, وقالت الجنة: فى ضعفاء الناس ومساكينهم فقضى الله بينهما إنك الجنة رحمتى أرحم بك من أشاء, وإنك النار عذابى أعذب بك من أشاء, ولكايكما على ملؤها (رواه مسلم)

2.     Dari Abu Sa`id Al-Khudriy ra. Dari Nabi SAW Beliau bersabda : “Kali tertentu surga dan neraka berdebat tentang siapa saja bagiannya. Neraka berkata : “Bagianku orang-orang yang sombong dan takabur. “Surga berkata : “Bagianku orangorang yang lemah dan orang-orang miskin.” Kemudian Allah memberi keputusan kepada keduanya : “Wahai surge sesunggunya kamu adalah rahmat-Ku, dengan keberadaanmu Aku memberi rahmat kepada siapa saja yang Aku kehendaki. Dan kamu wahai neraka, sesungguhnya kamu adalah siksaan- Ku, dengan adanya kamu Aku menyiksa kepada siapa saja yang Aku kehendaki. Dan kamu berdua (surga dan neraka), Akulah yang menetukan isinya.:” (HR.Muslim)



Fiil madhi /: رضى, أحتجت, فقالت, فقضى

Dalam hadis ini fiil-fiil madi yang ada memiliki makna untuk yang akan datang (istiqbal) karena hadis ini menceritakan tentang kabar atau permasalahan yang akan datang yang pasti ada. Seperti fiil فقالت berkata, dalam hadis ini surga dan neraka berkata padaha hal ini belum terjadi, karena hal ini merupakan sesuatu yang pasti terjadi maka jika ada fiil madhi yang disertai koringah dalam hal permasalahan yang akan datang dan pasti terjadi maka fiil tersebut menunjukan yang akan datang meskipun shighotnya fiil madhi.begitu pula fiil أحتجت  dan فقضى.






وعن قال :قال النبى صلى الله عليه وسلم :رب أشعت أغبر مدفوع بالأبواب لو أقسم على الله لابره (رواه مسلم)
6. Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Nabi SAW Bersabda : “Banyak orang yang kusut dan berdebu, bahkan tertolak dari semua pintu, tetapi apabila ia bersungguh-sungguh minta kepada Allah, niscaya Dia akan menerimanya.” (H.R Muslim)

Fiil madhi : أقسم, لابره
fiil بره yang menunjukan arti akan datang, hal tersebut merupakan suatu jawaban yang dijanjikan, maka janji tersebut akan dipenuhu suatu saat nanti yakni akan datang. Atau karena fiil tersebut juga merupakan suatu jawaban dari fiil sebelumnya yang disertai huruf syarat.
Fiil أقسم juga untuk masa yang akan datang karena dimasuku huruf syarat yakni لو yang termasuk adat syarat seperti inna.


 Kasih Sayang dan Berbuat Baik Terhadap Anak Yatim, Perempuan, Orang Lemah dan Miskin.


وعن أنس رضى الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم قال : من عال جاريتين ختى تبلغا جاء يوم القيامة أنا وهو كهتين, وضم أصابعه (رواه مسلم)

8. Dari Anas ra. Dari nabi SAW Beliau bersabda : “Siapa saja yang mengasuh dua anak perempuannya hingga dewasa, di hari kiamat aku bersama dua orang itu seperti dua jari ini.’ Beliau menempelkan dua jarinya (jari tengah dan telunjuk).” (H.R Muslim(

Fiil madhi : رضى, عال, جاء
fiil madhi ini menunjukan masa yang akan datang, seperti fiil madhi....... disertakan dengan hari kiamat yang pasti ada dan belum datang, tetapi kenapa fiil جاء  menggunakan shighot madhi padahal hari kiamat merupakan peristiwa akan datang, maka dalam hal ini karena menunjukan khobar pada sesuatu yang akan datang maka  fiil جاء tersebut menunjukan waktu yang akan datang.
Adapun lafadz .... suatu khabar bagi siapa saja yang mengasuh, yakni bukan hanya diperuntukan untuk orang pada waktu itu tetapi sekarang dan masa datang juga maka fiil tersebut menunjukan makna terus menerus atau karena mengandung hukum.

BAB III

Kesimpulan

Dalam kitab riyadhud sholihin ini terdapat hadits-hadits yang di dalamnya ada fiil madhi yang maknanya bukan hanya fiil madhi seperti fiil رضى, عال, جاء, أقسم, لابره  dan lain-lain sebagainya memiliki makna di luar masa dahulu, seperti masa sekarang dan yang akan datang dengan adanya korinah-korinah seperti menujukan suatu hukum, disertai dengan huruf syarti’ah dan adat-adat lainya dan insya’ thalabi.
Dalam makalah ini, dari beberapa bab-bab hadits yang dibahas saya banyak menemukan  fiil-fiil madhi yang memiliki makna akan datang dan istimror attajaddudi yang mencangkup tiga jaman. Karena memiliki karakteristik sendiri yakni adanya korinah dengan uruf syartiyah إن dan  lain-lainya.

Daftar pustaka

Nawawi,Imam. Terjemah Riyadhus Shalihin.jilid satu.1999. Jakarta: Pustaka Aman.
Hand out, Teori makna morfologi. Drs.Moh.Habib. dosen fakultas Adab Bahasa dan Sastra Arab.
Anwar,Moh.Ilmu Nahwu Matan Jurumiyah. 2008. Bandung: Sinar Baru Algensindo


[1][1] K.h moh.Anwar, Ilmu Nahwu, matan jurumiyah,2008,hal.55

No comments: