Translate
Sunday, April 7, 2013
Cara Membuat Essay yang Baik
Cara Membuat Essay yang Baik
gimana cara membuat essay yang baik dan sistematis
menurut wikipedia:
Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:
1. Menentukan tema atau topik
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.
saya kurang mengerti di point kedua, tolong dong anda berikan contoh menulis essay yang benar, lengkap dan sistematis (yang kurang lebih 1000 kata)
kemudian jikalau ada kutipan dari buku, bagaimana saya menuliskannya dan apakah memakai daftar pustaka?? klo ada di mana saya letakkan daftar pustaka, apakah di halaman yang sama atau di halaman yang berbeda
2. membuat garis besar ide-ide yang akan kita bahas
Misal saudara mau buat essay dengan tema: Keterlibatan Tuhan terhadap Kaum Miskin
garis besar ide-idenya:
1. Tuhan dan Kaum Miskin dalam Budaya Timur Tengah
2. Tuhan dan Kaum Miskin dalam Kisah Kitab Suci
3. Tuhan dan Kaum Miskin dalam Jeritan Mereka yang Termarjinalkan.etc
kalau ada kutipan dari buku, diakhir kata/kalimat yang dikutip biasanya diberi catatan kaki (Inset, reference, footnote, insert, kalau sudah keluar angka pada halaman paling bawah, tulis nama pengarang, judul buku (ditulis miring), penerbit, kota terbit, tahun. halaman dari kata/kalimat yang saudara tadi kutip.
jika mau diberi daftar pustaka, silakan lihat catatan kaki yang sudah saudara buat.
Pembuatan daftar pustaka biasanya dibuat pada halaman yang paling belakang, diurutkan sesuai dengan abjad. misal:
Anan, Bandirto.1976. Zamrud Katulistiwa. Merapi. Yogyakarta.
Sudibyo, Bambang (Nama di balik).1980. Era Orde Baru (judul buku dibuat miring). Kanisius. Yogyakarta
Struktur sebuah esay terdiri dari 3 tiga bagian:
1. Pengantar/Pengenalan (5% dari total essay)Biasanya 1 - 2 paragraf yang berisikan satu atau lebih hal-hal berikut ini: definisi masalah, pembatasan asumsi, istilah-istilah teknis yang digunakan dan tujuan penulisan, yang bisa menjelaskan secara seksama sebuah dalil yang kita ungkapkan.
2. Pembahasan/Argumentasi (85%-90% dari total esay)Bagian utama dari sebuah esay yang ditujukan untuk mengungkapkan bukti-bukti dalam bentuk: (a) logika penalaran pribadi, (b) teori-teori yang ada, atau (c) secara empiris melalui penelitian, yang relevan dengan masalah yang kita bahas. Dalam bagian ini kita memerlukan contoh-contoh, logika, teori, hasil penelitian yang masuk akal dan relevan dengan pernyataan-pernyataan yang tegas.Lebih baik lagi seandainya kita menyisipkan teknik devil's advocate atau kontra argumentasi dalam setiap pernyataan-pernyataan yang kita buat sehingga esay kita menjadi sulit untuk diserang.Dalam hal ini kita juga perlu mengumpulkan banyak bacaan dari topik yang dibahas dengan tentunya harus mencantumkan referensi-referensi. Hindari plagiarisme!Seandainya kita tidak bisa mendapatkan contoh-contoh dari teori, media, internet atau sumber-sumber yang lain, masukkan contoh-contoh dari pengalaman pribadi atau contoh praktis.
3. Penuntup/Kesimpulan (5%-10% dari total esay)Panjangnya penutup atau kesimpulan tergantung dari bagaimana kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kita ungkapan dalam bagian definisi masalah pada bagian pembukaan. Jawaban-jawaban ini sebenarnya berkaitan dengan bukti-bukti yang kita bahas pada bagian argumentasi/pembahasan yang masih dalam kerangka tujuan penulisan. Lebih baik lagi, kalau ada penekanan terhadap argumentasi yang paling kuat yang paling dikuasai pada bagian pembahasan.
Panduan Dasar Menulis Esai
Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Berikut ini
panduan dasar dalam menulis sebuah esai.
Struktur Sebuah Esai
Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:
1. Paragraf pertama: Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus
dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca
diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.
2. Paragraf kedua sampai kelima: Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat
pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-
masing sub topik.
3. Paragraf kelima (terakhir): Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah
dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca
Langkah-langkah membuat Esai
1. Memilih Topik
Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap
untuk menuju langkah berikutnya.
Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika
hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis
khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai
contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran
umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik
ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda
bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik
yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.
2. Tentukan Tujuan
Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda
percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu?
Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.
3. Tuliskan Minat Anda
Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang
anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling
anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang
menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di
kepala.
4. Evaluasi Potensial Topik
Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus
mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan.
Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.
Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus
dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.
5. Membuat Outline
Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang
terorganisir.
1. Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas
2. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya
3. Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:
• Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
• Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca
• Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut
4. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi
yang mendukung ide utama
6. Menuliskan Tesis
Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah
menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin
penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:
• Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
• Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang
panjang untuk memberantasnya, dst.
7. Menuliskan Tubuh Esai
Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan
memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada
outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.
Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:
• Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di
Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang
lama”
• Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.
• Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan
atau diskusi
• Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.
• Setelah menuliskan tubuh tesis, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.
8. Menulis Paragraf Pertama
• Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.
• Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca anda,
namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat.
• Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Berhati-hatilah dalam
membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya
dengan tepat dan hati-hati.
• Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda.
• Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda.
• Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.
9. Menuliskan Kesimpulan
Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada
pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas)
yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk
menutup esai anda.
10. Memberikah Sentuhan Akhir
• Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di
tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan
pada urutan yang anda buat.
• Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya
• Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah anda.
• Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?
• Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase
untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya
• Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda.
perkataan mutiara para ulama
berikut ini beberapa perkataan mutiara para ulama:
1." كن كالشمس في النهار وكن كالقمر في الليل
. و لا تكن سواهما. فإنهما كالعالم الرباني. وأما سواهما كالجهل. وكن سلفيا على الجادة".
Artinya: ''jadilah engkau seperti matahari di siang hari. Dan jadilah seperti bulan dimalam hari, karena yang demikian itu seperti seorang alim robbaniy. Dan janganlah engkau menjadi yang selain ke2nya. Karena selain yang ke-dua tadi ibarat kebodohan.
Dan JADILAH SALAFI YANG SEJATI.
2. "الزم طريق الهدى و لا تحزن بقلة السالكين. و احذر طريق الضلالة, و لا تغتر بكثرة الهالكين".
Artinya: ''beriltizamlah terhadap jalan yang lurus dan benar dan janganlah engkau bersedih dengan sedikitnya yang meniti jalan tersebut. Dan jauhilah jalan yang sesat, dan janganlah engkau tertipu dengan banyaknya orang yang sesat''.
3. "من كانت همته في بطنه فقمتها ما خرج منه "
Artinya: ''barangsiapa yang cita-citanya terletak pada perutnya, maka puncak kesuksesannya seperti apa yang keluar dari perutnya pula''
4. "بقدر الكد تكسب المعالي ومن طلب العلى سهرالليالي" .
Artinya: ''sesuai kadar usaha nya ia mencapai cita-cita yang tinggi. Dan barangsiapa yang mencari puncak kesuksesan maka ia harus ''begadang malam''.
5. "لن ينال السعادة من يلازم الوسادة"
Artinya: ''tidak akan dicapai kebahagiaan bagi orang yang beriltizam terhadap bantal dan gulingnya''.
6. قال شيخ الاسلام ابن تيمية : "الذكر للقلب كالماء للسمك فكيف يكون حال السمك اذا أخرج من الماء"
Artinya: ibnu taimiyyah berkata: "dzikir dan mengingat Allah bagi hati bagaikan air dengan ikan. Maka bagaimana keadaan seekor ikan apabila dikeluarkan dari air?".
7. "لا تحقرن صغيرة فإن الجبال من الحصى".
Artinya: "janganlah engkau meremehkan sesuatu yang sekecil apapun. Karena sesungguhnya sebuah gunung berasal dari batu kerikil".
8. قال الإمام مالك:" من قال لا أدرى فقد أفتى".
Artinya: imam malik berkata: "barangsiapa yang berkata, "saya tidak tahu", maka ia telah berfatwa".
9. "ترجو النجاة و لم تسلك مسالكها إن السفينة لا تجري على اليبس" Artinya: "engkau mengharap keberhasilan namun engkau tak mau meniti jalan tuk mencapainya. Sesungguhnya perahu tidaklah berjalan di daratan"
10. "العلم بلاعمل كالشجرة بلا ثمر" .
Artinya: "ilmu tanpa amalan bagaikan pohon tanpa buah".
11. "اللبيب بالإشارة يفهم. و الحمار بالضرب يفعل".
Artinya: "seorang yang berakal dengan isyarat saja ìa faham, namun sebaliknya, seekor keledai baru bisa faham jika dengan pukulan".
12. " إذا ما خلوت الدهر فلا تقل خلوت و لكن قل علي رقيب "
Artinya: "apabila engkau sedang berada dalam kesendirian maka janganlah engkau bilang, saya sedang sendiri. Namun katakanlah, ada yang mengawasi saya".
13. قال إمام ابن القيم, كثيرا ما يقول شيخ الاسلام ابن تيمية: " من فارق الدليل ضل السبيل. ولا دليل إلا بما جاء عن رسول الله صلى الله عليه وسلم".
Artinya: berkata ibnul qoyyim aljauziyyah: "perkataan yang paling sering diucap oleh shaikhul islam ibnu taimiyyah adalah: "barangsiapa yang memisahkan dalil maka sungguh dia telah tersesat di jalan, dan tidak ada dalil kecuali apa yang datang dari Rosulullah shollallahu alaihi wasallam"
PLAT
PLAT
Daerah Parakan merupakan daerah padat yang terletak di antara dua kota. Meskipun daerah ini dikatakan perkampungan namun layaknya kota banyak kendaraan mondra-mandir hingga membuat bising. Maklum desa ini memang terletak di daerah perkotaan yang penduduknya didominasi pendatang. Hanya 30% sajalah penduduk asli yang mendiami daerah Parakan tersebut. Termasuk pak Mail, laki-laki paruh baya namun masih tampak gagah ini, dengan kumis tipis merayu yang sedikit bergelombang, tatapan yang tajam dan badan tegap besar layaknya boudyguard di mal-mal. Bapak tiga anak dengan satu istri ini merupakan penduduk dan kelahiran Parakan asli. Sudah hampir 48 tahun ia tapakan kakinya di daerah tersebut sebagai juragan angkot. Sebagai putra daerah beliau paham benar daerah-daerah disekitar mulai dari sabang dan meraukenya Parakan. Bukan hanya itu, juga banyak cerita-cerita seram yang asing baginya.
Diluar daerah Parakan, masyarakat sekitar mengenal daerah ini dengan sebutan plat 28. Julukan yang belum bisa difahami kecuali setelah mendengar cerita aneh di daerah ini yang sudah terjadi semenjak 26 tahun silam. Parakan mulai didengar publik setelah terjadinya kecelakaann maut ganda yang menewaskan lebih dari 23 orang dan 5 orang dinyatakan hilang yang hingga sekarang belum ditemukan. Kejadian naas tersebut terjadi antara empat kendaraan, dua kendaraan bermotor, satu mobil xenia dan satu buah bus angkutan kota. Peristiwa tersebut terjadi pukul 15.08 sore hari tatkala sebuah motor bebek mencoba berputar arah tanpa memperhatikan keadaan sekitar, tanpa disadari berhenti mendadak dan diterjang bus angkot yang melaju dengan cepat dan tak menyadari kalau motor tersebut akan berhenti mendadak. Secara reflek supir bus mencoba menghindari motor itu namun tanpa disadari pula xenia silver melaju cepat disebelah kanan bus dan hantaman keras pun tak terhindari yang menyebabkan xenia tersebut terlempar keras kearah trotoar jalan dimana ada sepasang kekasih diatas motor tertimpa mobil xenia. Bus itu pula teguling-guling gingga 8 x putaran yang menewaskan semua orang ada di bus begitu pula pengendara motor, empat orang dalam xenia dan dua pasangan malang yang hidup dan mati ditempat kejadian.
Seminggu setelah kejadian tersebut Parakan gempar dengan adanya isu dan kabar bahwa semua kendaraan yang mengalami kecelakaan saat itu memiliki plat yang ada digit angka 28, baik diawal maupun terletak di akhir. “Plat yang membawa sial kata mereka”. Namun kabar tersebut tidak berlangsung lama karena banyak yang meyakini hal itu merupakan suatu hal yang tabu, kebetulan dan apa salah 28 hingga dijadikan plat yang membawa sial.
Tiga tahun kemudian Kabar Plat 28, membawa sial, kematian yang mengenaskan itu mulai tersiar kembali, bukan hanya di daerah Parakan tapi meluas hingga kedaerah yang lain. Hal ini dikarnakan terjadi lagi kecelakan yang membawa embel-embel plat 28 pada dua buah kendaraan yang menewaskan semua pengendaranya. Dalam jangka enam tahun terjadi kejadian yang sama pada beberapa kendaraan yang memiliki plat yang ada digit 28nya. Kejadian tersebut sontak membuat masyarakat sekitar menjadi ragu bahwa itu merupakan sebuah kebetulan dan mulai meyakini bahwa plat 28 platnya malikat pencabut nyawa. Orang-orang yang memiliki plat seperti itu pun sudah mereka cibir akan mati dalam kasus yang sama.
Namun hal itu berbeda dengan pak mail yang sama sekali tidak meyakini kabar tersebut. Bagi beliau kecelakaan itu wajar, dan plat 28 tersebut merupakan sebuah kebetulan saja. “didaerah kita banyak terjadi kecelakaan yang tidak memiliki plat 28, tapi kenapa hanya kecelakaan dengan plat 28 saja yang di besar-besarkan. Artinya ini kejadian kecelakaan yang wajar” dan juga semenjak 17 tahun lalu tidak ada kan kecelakan plat 28 lagi, tegas pak Mail saat berbincang-bincang dengan teman-temanya.
Tapi pak Mail, seru pak Joko yang tampak 5 tahun lebih tua dari pak Mail. Sambil menghisap rokok dan menedip-ngedipkan matanya ia berkata, “tidak ada kecelakaan plat 28 lagi kan karena didaerah kita ada larangan membawa kendaraan dengan plat tersebut, kalaupun harus dibawa dituntun sampai keluar daerah atau ditumpangkan dikendaraan lain.” Iya iya sahut pak Waluyo dengan semangat sambil menyeruput teh hangat buatan bu Mail,” ditambah lagi perbedaannya pak, kecelakaan plat 28 pasti merenggut nyawa ditempat. Berbeda dengan kecelakaan lain yang kalupun pengendara mati masih sempat dibawa-bawa.
Saya tetap nggak percaya pak sanggah pak Mail, saya putra bumi Parakan faham daerah saya, lagian kita semua pasti mati, iya kan? Allah tuh yang bilang lho. Bapak mau kapan dan gimana ni.. canda pak Mail dengan menepuk bahu pak Waluyo seraya tersenyum lebar. Tak ingin kalah bercanda, pak Waluyo berkata: “ iya juga sih, saya percaya kalau pak Mail ndak percaya hal itu, justru malah pak Mail ni punya platnya malaikat pencabut nyawa tu dirumah, jadi saya gak perlu tanya gimana, tapi kapan maunya” canda pak Waluyo agak meledek.
Setelah pak Waluyo dan Joko berpamitan pulang, pak mail tidak lantas masuk rumah, ia membatin sejenak. Ia ingin membuktikan hal itu sendiri namun juga bimbang. Kalupun akan diserahkan ke supir lain di daerah ini, siapa yang mau?
Pak mail memang memiliki sebuah angkot yang ber plat 28, ia pun tidak mengoprasikanya karena khawatir dan saran dari istrinya. Sebenarnya pak mail ingin mengoprasikan angkot tersebut dengan menggunakan plat lain atau menggantintya, namun karena ia benar-benar tak percaya akhirnya ia menyimpan plat tersebut.
Suatu hari 05 desember 2012 pak mail pergi kedarah Wangupadan guna mengurus surat-surat keluarga. Ia mengendarai sepeda motor hitam. Sekembalinya dan setiba dijalan dimana pernah terjadi kecelakaan 26 tahun silam, beliau merasa ada hal aneh. Ia merasakan hari yang tidak biasa. Dengan motor bebek terbarunya beliau tanacap gas agar bias cepat sampai dirumah. Perjalanan kerumah tidaklah jauh hanya membutuhkan satu jam perjalanan. Setibanya pertigaan ia memperlambat motornya dan tiba-tiba, sesuatu yang tak ia sangka dihadapan beliau sebuah mobil carry biru dengan kecepatan 160 KM per jam menghantam dua buah kendaraan bermotor yang terpental kurang lebih tujuh meter dari hadapan pak Mail. Pak Mail tidak bisa berkedip. Rasanya ia melihat malaikat Izrail turun dihadapanya mecabut nyawa dua pengendara bermotor terebut kemudian berpaling kepadanya seraya tersenyum dan berkata, giliranmu….?
Pak Mail tidak bisa bergerak sedikitpun, tangan dan kakinya kaku, mulutnya serasa diperban 50 kali perban hingga mengeluarkan kata ah saja sulit rasanya. Dalam keheningan beliau hanya dapat melihat orang-orang berkerumun ditengahnya. Malaikat Izrail masih tersenyum padanya angka 28, 28, 28 terus terbayang dipikiranya. Yang membuat beliau bertambah shok adalah ternyata beliau melihat mayat yang diangkut oleh masyarakat adalah jasad beliau dengan penuh luka, kepala dipenuhi darah segar mengalir, tampak terlihat retakan di kepala. Pak Mail ingin sekali memejamkan matanya, namun senyuman malaikat pencabut nyawa tersebut membuat matanya berhenti berkedip, secara perlahan tangannya terasa dingin tersentuh malaikat itu. pak Mail mencoba berontak, memberontak lagi hingga akhirnya mata beliau dapat berkedip kembali. namun ia tak mendapati malaikat Izrail tersebut dihadapanya, justru istrinyalah yang memegang tangan pak Mail dengan erat seraya meneteskan air mata bahagia karena beliau sudah siuman. Badan pak Mail, menggigil dan basah kuyub karena keringat kejang-kejang. Ia pinsan saat menyaksikan kecelakan maut tersebut dan dibawa oleh masyarakat kerumah. Selama perjalanan ia hanya mengucapkan angka 28 giliran ku.. giliran ku yang membuat isri dan anak-anaknya takut.
Sehari kemudian pak Mail berfikir apa makna dari kejadian yag menimpanya kemarin, ia masih tak percaya namun selalu merasa takut jika mengingatnya. Pak mail meyakini ada hikmah dibalik kejadian itu. Pukul 14.09 tiba-tiba pak Mail berpamitan dengan keluarga untuk pergi keluar. Dengan cepat pak mail keluar membawa angkotnya yang ber plat 28 tersebut, sang istri yang mengetahui hal itu mencoba mengejar dan meminta bantuan warga untuk mencegah beliau. Semau tetangga berhamburan, mengejar beliau dengan kendaraan mereka masing-masing. Istri pak Mail pun ikut dengan salah sorang tetangga, ia tak henti-hentinya menagis.
Pak Mail sendiri tak tau apa yang akan ia lakukan, ia hanya percaya dan berdoa. Ia tancapkan gas penuh menuju jalan dimana terjadi kecelakan 26 tahun silam. Beberapa saat kemudian Suara benturan keras pun terdengar. “Kecelakaan” teriak warga, “plat 28 lagi”. Mendengar suara tersebut bu Mail jatuh pinsan dari motor. Mobil angkot pak mail menabrak trotoar jalan hingga menggulingkan angkotnya. Dalam mobil tersebut pak Mail tidak bergerak. Para warga dengan cepat berupaya mengevakuasi pak mail dari mobil angkotnya. Setelah evakuasi para warga takjub pak Mail hanya mengalami luka ringan di siku tangan, tiba-tiba beliau bangun tersenyum dan langsung pulang kerumah.
Setelah kejadian itu banyak orang yang berkunjung ke rumah pak Mail, mereka penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan pak Mail kenapa sikapnya aneh, seolah ingin bunuh diri dengan menantang maut, membawa kendaraan plat 28 dengan kecepatan tinggi. Disetiap perbincangan pak Mail selalu berkata : “saya hanya percaya, meyakini kehendak Tuhan, saya masih hidup karena kehendaknya, plat itu bukan penentu nasib saya. Sejenak Ia helakan nafas, memandang langit seraya tersenyum dan berkata: Sekarang saya semakin percaya.
Subscribe to:
Posts (Atom)